بسم الله الرحمن الرحيم
Aqoidul iman ada 50 sifat, yaitu
yang wajib bagi Allah ada 20 sifat, yang mustahil ada 20 sifat, dan yang
jaiz(wenang) ada satu sifat, jadi jumlahnya ada 41 sifat. Kemudian yang wajib
bagi para Rasul ada 4 sifat, yang mustahil ada 4 sifat, yang jaiz(wenang) ada
satu sifat, jadi jumlahnya ada 9 sifat, 41 ditambah 9 jadi jumlahnya ada 50
sifat.
A.
Sifat Yang Wajib, Mustahil dan Jaiz bagi
Allah SWT.
1. Wajib Allah Bersifat
Wujud artinya Ada, lawannya ‘Adam artinya Tidak Ada.
Dalil
Naqlinya firman Allah dalam Q.S. As-Sajdah ayat 4
الله الذى خلق السموات
والارض وما بينهما
Artinya : Allah lah yang menciptakan langit dan bumi, dan apa-apa yang
ada di antara langit dan bumi.
Dalil Aqlinya yaitu
وجود هذه المخلوقات
Artinya : Adanya bermacam-macam makhluk.
2. Wajib Allah BersifatQidam
artinya Terdahulu, lawannya Hudus artinya Yang Baru.
Dalil
Naqlinya firman Allah dalam Q.S. Al-Hadid ayat 3
هوالاوّل والاخروالظّاهر
والباطن، وهو بكلّ شيء عليم
Artinya : Allah lah yang awal yang akhir yang dohir dan yang bathin, dan
Allah lah yang mengetahui semua pekara.
Dalil Aqlinya yaitu
انه لوكان حادثا لاحتاج الى مخصّص وهو محال
Artinya : Apabila Allah yang baru maka akan membutuhkan terhadap yang mengadakan, sedangkan itu mustahil.
3. Wajib Allah Bersifat
Baqo artinya Kekal/Abadi, lawannya Fana artinya Rusak.
Dalil
Naqlinya firman Allah dalam Q.S. Ar- Rahman ayat 27
ويبقى وجه ربّك ذوالجلال
والاكرام
Artinya : Dan kekal Dzat Tuhan-mu(Muhammad) yang memiliki keagungan dan
kemuliaan.
Dalil Aqlinya yaitu
انه لوكان فانيا لكان
حادثا وهو محال
Artinya : Apabila Allah rusak maka Allah baru dan Allah baru itu
mustahil.
4. Wajib Allah
Bersifat Mukholafatu Lil Hawaditsi artinya Berbeda dengan makhluk, lawannya
Mumatsalatu Lil Hawaditsi artinya Menyerupai makhluk.
Dalil
Naqlinya firman Allah dalam Q.S. Al-Ikhlas ayat 4
ولم يكن له كفوا احد
Artinya : Dan tidak ada makhluk yang serupa dengan Allah satupun.
Atau Q.S. Asy-Syu’aro ayat 11
ليس كمثله شيء
Artinya : Tidak ada satu makhlukpun yang serupa dengan Allah.
Dalil Aqlinya yaitu
انه لوكان مماثلا لكان
حادثا وهو محال
Artinya : Sesungguhnya apabila Allah menyerupai makhluk maka pasti Allah
itu baru, sedangkan Allah baru itu mustahil.
5. Wajib Allah
Bersifat Qiyamuhu Binafsihi artinya Berdiri sendiri, lawannya Iftiqor/Ihtiyaj
artinya Membutuhkan.
Dalil
Naqlinya firman Allah dalam Q.S. Al-Ankabut ayat 6
ان الله لغنيّ عن
العالمين
Artinya : Sesungguhnya Allah itu ialah Yang Maha Kaya atas semua alam.
Dalil
Aqlinya yaitu
انه لواحتاج الى محل لكان صفة وكونه صفة محال ولواحتاج الى
مخصّص لكان حادثا وكونه حادثا محال
Artinya : Sesungguhnya apabila Allah
membutuhkan terhadap tempat pasti Allah itu sifat, sedangkan itu mustahil. Dan
apabila Allah membutuhkan terhadap yang menciptakan pasti Allah itu baru,
sedangkan itu mustahil.
6. Wajib Allah Bersifat
Wahdaniyat artinya Tunggal, lawannya Ta’adud artinya Banyak.
Dalil Naqlinya firman Allah dalam Q.S. Al-Ikhlas ayat 1
قل هو الله احد
Artinya : Katakan olehmu (Muhammad) Allah
itu satu.
Dalil Aqlinya yaitu
انه لوكان متعدّدا لم يجد شيء من هذه المخلوقات
Artinya : Sesungguhnya apabila Allah itu
banyak maka tidak akan ditemuukan satupun dari makhluk.
7. Wajib Allah Bersifat
Qudrot artinya Berkuasa, lawannya ‘Ajzu artinya Lemah.
Dalil Naqlinya firman Allah dalam Q.S. Al-Baqoroh ayat 20
ان الله على كلّ شيء قدير
Artinya : Sesungguhnya Allah itu ialah
yang berkuasa terhadap segala perkara.
Dalil Aqlinya yaitu
انه لوكان عاجزا لم يجد شيء من هذه المخلوقات
Artinya : Sesungguuhnya apabila Allah
lemah maka tidak akan ditemukan satupun dari makhluk.
8. Wajib Allah Bersifat
Irodat artinya Berkehendak, lawannya Karohah artinya Terpaksa.
Dalil Naqlinya firman Allah dalam Q.S. Hud ayat 107
ان ربّك فعّال لمايريد
Artinya : Sesungguhnya Allah itu ialah
yang banyak menciptakan dengan sekehendak-Nya.
Dalil Aqlinya yaitu
انه لوكان كارها لكان عاجزا وكونه عاجزا محال
Artinya : Sesungguhnya apabila Allah
terpaksa maka Allah itu lemah dan apabila keadaan Allah lemah itu mustahil.
9. Wajib Allah Bersifat
Ilmu artinya Mengetahui, lawannya Jahlu artinya Bodoh.
Dalil Naqlinya firman Allah dalam Q.S. Al-Baqoroh ayat 231
واعلموا انّ الله بكلّ شيء عليم
Artinya : Ketahuilah bahwasanya Allah itu
mengetahui atas segala sesuatu.
Dalil Aqlinya yaitu
انه لوكان جاهلا لم يكن مريدا وهو محال
Artinya : Sesungguhnya apabila Allah
bodoh, maka Allah tidak akan berkehendak, dan Allah tidak berkehendak itu
mustahil.
10. Wajib Allah Bersifat
Hayat artinya Hidup , lawannya Almaotu artinya Mati.
Dalil Naqlinya firman Allah dalam Q.S. Al-Furqon ayat 58
وتوكّل على الحيّ الذى لايموت
Artinya : Dan bertawakallah kepada Allah
yang Maha Hidup dan tidak akan mati.
Dalil Aqlinya yaitu
انه لوكان ميّتا لم يكن
قادرا ولا مريدا ولا عالماوهو محال
Artinya : Sesungguhnya apabila Allah itu mati, maka Allah tidak akan
berkuasa, tidak berkehendak dan tidak mengetahui, sedangkan itu mustahil.
11. Wajib Allah Bersifat
Sama’ artinya Mendengar, lawannya Somam artinya Tuli (tidak mendengar).
12. Wajib Allah Bersifat
Bashor artinya Melihat, lawannya ‘Ama artinya Buta.Dalil sifat Sama’ dan Bashor
firman Allah dalam
Q.S.
Asy-Syu’aro ayat 11
وهو السميع البصير
Artinya : Dan Allah itu ialah yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahuui.
13. Wajib Allah Bersifat
Kalam artinya Berfirman, lawannya Bukmu artinya Bisu (tidak berfirman).
Dalilnya
firman Allah dalam Q.S. An-Nisa ayat 164
وكلّم الله موسى تكليما
Artina : Dan
Allah berfirman kepada Nabi Musa dengan firman yang sempurna.
14. Wajib Allah Bersifat
Kaunuhu Qodiron artina Keadan Allah yang Berkuasa, lawannya Kaunuhu ‘Aajizan artinya Keadaan
Allah yang Lemah. Dalilnya sama dengan dalil sifat Qudrot.
15. Wajib Allah Bersifat
Kaunuhu Muridan artina Keadan Allah yang Berkehendak, lawannya Kaunuhu Kaarihan artinya Keadaan
Allah yang Terpaksa.
Dalilnya
sama dengan dalil sifat Irodat.
16. Wajib Allah Bersifat
Kaunuhu ‘Aliman artina Keadan Allah yang Mengetahui, lawannya Kaunuhu Jaahilan artinya Keadaan
Allah yang Bodoh. Dalilnya sama dengan dalil sifat Ilmu.
17. Wajib Allah Bersifat
Kaunuhu Hayyan artina Keadan Allah yang Hidup,
lawannya Kaunuhu Mayyitan artinya Keadaan Allah yang Mati.
Dalilnya sama dengan dalil sifat Hayat.
18. Wajib Allah Bersifat
Kaunuhu Sami’an artina Keadan Allah yang Mendengar, lawannya Kaunuhu Asoma artinya Keadaan Allah
yang Tuli.
19. Wajib Allah Bersifat
Kaunuhu Bashiron artina Keadan Allah yang Melihat, lawannya Kaunuhu A’ama artinya Keadaan Allah
yang Buta.
Dalil sifat Kaunuhu Sami’an dan Bashiron sama dengan dalil sifat
Sama’ dan Bashor.
20. Wajib Allah Bersifat
Kaunuhu Mutakalliman artina Keadan Allah yang Berfirman, lawannya Kaunuhu Abkama artinya Keadaan Allah
yang Bisu. Dalilnya sam dengan dalil sifat Kalam.
Sifat yang jaiz/wenang bagi Allah ialah
فعل كل ممكن او تركه
Artinya : Menciptakan segala pekara yang
mumkin atau meninggalkannya.
Dalil naqlinya firman Allah dalam Q.S.
Ibrahim(14) ayat 19
الم ترى ان الله خلق السموات والأرض بالحقّ، إن ييشأ يذهبكم ويأتى بخلق
جديد Artinya : Tidakkah kamu perhatikan bahwa sesungguhnya Allah telah
menciptakan langit dan bumi dengan hak,? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia
membinasakan kamu dan mengganti(mu) dengan makhluk yang baru.
Dalil aqlinya yaitu,
انه لو وجب عليه سبحانه وتعالى فعل شيء او تركه فصار الجائز واجبا او
مستحيلا وهو محال
Artinya : Sesungguhnya apabila wajib
kepada Allah SWT. menciptakan sesuatu atau meninggalkannya, maka sifat yang
jaiz di Allah akan menjadi wajib atau mustahil.
B. Sifat Yang Wajib, Mustahil dan Jaiz di Para Rasul Allah
1. Wajib Para Rosul Bersifat Sidiq artinya Benar,
lawannya Kidib artinya Bohong.
Dalil naqlinya yaitu firman Allah dalam
Q.S. Al-Ahzab(33) ayat 22
ولما رأ المؤمنون الأحزاب قالوا هذا ما وعدنا الله ورسوله وصدق الله
ورسوله، وما زادهم إلّا إيمانا وتسليماArtinya : Dan tatkal orang-orang mukmin
melihat golonga-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata, “inilah yang
dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya.”.
dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan
ketundukan.
Dalil aqlinya yaitu,
أنهم لو كذّبوا لكان خبر الله سبحانه وتعالى كاذبا وهو محالArtinya :
Sesungguhnya apabila Para Rasul berbohong, maka khobar(berita) dari Allah SWT.
bohong, sedangkan itu mustahil.
2. Wajib Para Rosul BersifatAmanah artinya
Terpercaya, lawannya Khianat artinya Berhianat.
Dalil naqlinya yaitu firman Allah dalam
Q.S. Ad-Dukhon(44) ayat 18
أن أدّوا إليّ عباد الله، إنّي لكم رسول أمين
Artinya : dengan berkata “serahkanlah
kepadaku hamba-hamba Allah, sesungguhnya aku adalah utusan Allah yang dipercaya
kepada kalian.
Dalil aqlinya yaitu,
أنهم لو خانوابفعل
محرّم أو مكروه لكنّا مأمورين بمثل ذلك ولا يصحّ أن نؤمر بمحرّم أو مكروهArtinya :
Sesungguhnya apabila Para Rasul berkhianat terhadap berbuat yang haram atau
makruh, pasti kita akan diperintah untuk berbuat yang haram atau makruh,
sedangkan tidak syah Para Rasul memerintah terhadap yang haram atau makruh.
3. Wajib Para Rosul Bersifat Tabligh artinya
Menyampaikan, lawannya Kitman artinya Menyembunyikan.
Dalil naqlinya yaitu firman Allah dalam
Q.S. Al-Maidah(5) ayat 67
ياأيها الرسول بلّغ ما أنزل إليك من ربّك، وإن لم تفعل فما بلّغت رسالته،
والله يعصمك من الناس، إن الله لا يهدى
القوم الكافرين
Artinya : Hai Rasul, sampaikanlah apa
yyang diturunkan kepadamu dari Tuhan-mu. Dan jika kamu tidak mengerjakan
berarti kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari gangguan
manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.
Dalil aqlinya yaitu,
أنهم لو كتموا شيأ مما أمروا بتبليغه لكنّا مأمورين بكتمن العلم ولا يصحّأن
نؤمر به لأن كاتمالعلم ملعون
Artinya :Sesungguhnya apabila Para Rasul
menyembunyikan sesuatu yang diperintahkan untuk disampaikan, maka kita juga
akan diperintah untuk menyembunyikan ilmu, dan tidak syah kita diperintah untuk
menyembunyikan ilmu, karena sesungguhnya menyembunyikan ilmu itu dilaknat.
4. Wajib Para Rosul Bersifat Fathonah artinya
Cerdas, lawannya Biladah artinya Bodoh.
Dalil naqlinya yaitu firman Allah dalam
Q.S. Al-An’am(6) ayat 83
وتلك حجّتناأتيناها إبراهيم على قومه، نرفع درجات من نشاء، إن ربّك حكيم
عليم
Artinya : Dan itulah hujah Kami yang Kami
berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami
kehendaki beberapa derajat. Sesungghnya Tuhan-mu Maha Bijaksana lagi Maha
Mengetahui.
Dalil aqlinya yaitu,
أنه لوإنتفت عنهم الفطانة لما قدروا أن يقيموا حجة على الخصم وهو محا
Artinya : Sesungguhnya apabila Para Rasul
itu tidak mampuh mengeluarkan hujah untuk melawan musuh, maka itu mustahil.
Sifat yang Jaiz di Para Rasul yaitu,
الأعراض البشريّةالتى لا تؤدى إلى نقص فى مراتبهم العليّة Artinya : Sifat bangsa manusia yang tidak
akan mengurangi terhadap derajat Para Rasul yang tinggi, seperti sakit, makan,
minum dan lain sebagainya.
Dalil naqlinya yaitu firman Allah dalam
Q.S. Al-Kahfi(18) ayat 110
قل انماانابشرمثلكم يوحى إليّ أنماإلهكم إله واحد، فمن كان يرجوا لقاءربّه
فليعمل عملا صالحا ولايشرك بعبادة ربّه احدا.
Artinya : Katakanlah, “ Sesungguhnya aku
ini hanya seorang manusia seperti kalian, yang diwahyukan kepadaku, bahwa
sesungguhnya Tuhan kalian itu adalah Tuhan Yang Maha Esa’. Barang siapa
mengharap pejumpaan dengan Tuhan-nya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang
saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam ibadah kepada
Tuhan-nya.
الحمدلله ربّ العالمين
Tidak ada komentar:
Posting Komentar