Kamis, 11 Agustus 2022

HAFALAN AQOIDUL IMAN BAHASA INDONESIA

بسم الله الرحمن الرحيم


Aqoidul iman ada 50 sifat, yaitu yang wajib bagi Allah ada 20 sifat, yang mustahil ada 20 sifat, dan yang jaiz(wenang) ada satu sifat, jadi jumlahnya ada 41 sifat. Kemudian yang wajib bagi para Rasul ada 4 sifat, yang mustahil ada 4 sifat, yang jaiz(wenang) ada satu sifat, jadi jumlahnya ada 9 sifat, 41 ditambah 9 jadi jumlahnya ada 50 sifat.

 

A.     Sifat Yang Wajib, Mustahil dan Jaiz bagi Allah SWT.

 

1.      Wajib Allah Bersifat Wujud artinya Ada, lawannya ‘Adam artinya Tidak Ada.

Dalil Naqlinya firman Allah dalam Q.S. As-Sajdah ayat 4

الله الذى خلق السموات والارض وما بينهما   

Artinya : Allah lah yang menciptakan langit dan bumi, dan apa-apa yang ada di antara langit dan bumi.

 

Dalil Aqlinya yaitu

وجود هذه المخلوقات  

Artinya : Adanya bermacam-macam makhluk.

 

2.      Wajib Allah BersifatQidam artinya Terdahulu, lawannya Hudus artinya Yang Baru.

Dalil Naqlinya firman Allah dalam Q.S. Al-Hadid ayat 3

هوالاوّل والاخروالظّاهر والباطن، وهو بكلّ شيء عليم

Artinya : Allah lah yang awal yang akhir yang dohir dan yang bathin, dan Allah lah yang mengetahui semua pekara.

 

Dalil Aqlinya yaitu

انه لوكان حادثا لاحتاج الى مخصّص وهو محال

Artinya : Apabila Allah yang baru maka akan membutuhkan terhadap yang mengadakan, sedangkan itu mustahil.


3.      Wajib Allah Bersifat Baqo artinya Kekal/Abadi, lawannya Fana artinya Rusak.

Dalil Naqlinya firman Allah dalam Q.S. Ar- Rahman ayat 27

ويبقى وجه ربّك ذوالجلال والاكرام 

Artinya : Dan kekal Dzat Tuhan-mu(Muhammad) yang memiliki keagungan dan kemuliaan.

 

Dalil Aqlinya yaitu

انه لوكان فانيا لكان حادثا وهو محال 

Artinya : Apabila Allah rusak maka Allah baru dan Allah baru itu mustahil.

 

4.      Wajib Allah Bersifat Mukholafatu Lil Hawaditsi artinya Berbeda dengan makhluk, lawannya Mumatsalatu Lil Hawaditsi artinya Menyerupai makhluk.

 

Dalil Naqlinya firman Allah dalam Q.S. Al-Ikhlas ayat 4

ولم يكن له كفوا احد            

Artinya : Dan tidak ada makhluk yang serupa dengan Allah satupun.

Atau Q.S. Asy-Syu’aro ayat 11

ليس كمثله شيء             

Artinya : Tidak ada satu makhlukpun yang serupa dengan Allah.

Dalil Aqlinya yaitu

انه لوكان مماثلا لكان حادثا وهو محال  

Artinya : Sesungguhnya apabila Allah menyerupai makhluk maka pasti Allah itu baru, sedangkan Allah baru itu mustahil.

 

5.      Wajib Allah Bersifat Qiyamuhu Binafsihi artinya Berdiri sendiri, lawannya Iftiqor/Ihtiyaj artinya Membutuhkan.

Dalil Naqlinya firman Allah dalam Q.S. Al-Ankabut ayat 6

ان الله لغنيّ عن العالمين       

Artinya : Sesungguhnya Allah itu ialah Yang Maha Kaya atas semua alam.

Dalil Aqlinya yaitu

انه لواحتاج الى محل لكان صفة وكونه صفة محال ولواحتاج الى

مخصّص لكان حادثا وكونه حادثا محال 

Artinya : Sesungguhnya apabila Allah membutuhkan terhadap tempat pasti Allah itu sifat, sedangkan itu mustahil. Dan apabila Allah membutuhkan terhadap yang menciptakan pasti Allah itu baru, sedangkan itu mustahil.

 

6.      Wajib Allah Bersifat Wahdaniyat artinya Tunggal, lawannya Ta’adud artinya Banyak.

Dalil Naqlinya firman Allah dalam Q.S. Al-Ikhlas ayat 1

قل هو الله احد 

Artinya : Katakan olehmu (Muhammad) Allah itu satu.

Dalil Aqlinya yaitu

انه لوكان متعدّدا لم يجد شيء من هذه المخلوقات

Artinya : Sesungguhnya apabila Allah itu banyak maka tidak akan ditemuukan satupun dari makhluk.

 

7.      Wajib Allah Bersifat Qudrot artinya Berkuasa, lawannya ‘Ajzu artinya Lemah.

Dalil Naqlinya firman Allah dalam Q.S. Al-Baqoroh ayat 20

ان الله على كلّ شيء قدير

Artinya : Sesungguhnya Allah itu ialah yang berkuasa terhadap segala perkara.

Dalil Aqlinya yaitu

انه لوكان عاجزا لم يجد شيء من هذه المخلوقات

Artinya : Sesungguuhnya apabila Allah lemah maka tidak akan ditemukan satupun dari makhluk.

 

8.      Wajib Allah Bersifat Irodat artinya Berkehendak, lawannya Karohah artinya Terpaksa.

Dalil Naqlinya firman Allah dalam Q.S. Hud ayat 107

ان ربّك فعّال لمايريد             

Artinya : Sesungguhnya Allah itu ialah yang banyak menciptakan dengan sekehendak-Nya.

 

Dalil Aqlinya yaitu

انه لوكان كارها لكان عاجزا وكونه عاجزا محال

Artinya : Sesungguhnya apabila Allah terpaksa maka Allah itu lemah dan apabila keadaan Allah lemah itu mustahil.

 

9.      Wajib Allah Bersifat Ilmu artinya Mengetahui, lawannya Jahlu artinya Bodoh.

Dalil Naqlinya firman Allah dalam Q.S. Al-Baqoroh ayat 231

واعلموا انّ الله بكلّ شيء عليم      

Artinya : Ketahuilah bahwasanya Allah itu mengetahui atas segala sesuatu.

 

Dalil Aqlinya yaitu

انه لوكان جاهلا لم يكن مريدا وهو محال      

Artinya : Sesungguhnya apabila Allah bodoh, maka Allah tidak akan berkehendak, dan Allah tidak berkehendak itu mustahil.

 

10.  Wajib Allah Bersifat Hayat artinya Hidup , lawannya Almaotu artinya Mati.

Dalil Naqlinya firman Allah dalam Q.S. Al-Furqon ayat 58

وتوكّل على الحيّ الذى لايموت                 

Artinya : Dan bertawakallah kepada Allah yang Maha Hidup dan tidak akan mati.

Dalil Aqlinya yaitu

انه لوكان ميّتا لم يكن قادرا ولا مريدا ولا عالماوهو محال                  

Artinya : Sesungguhnya apabila Allah itu mati, maka Allah tidak akan berkuasa, tidak berkehendak dan tidak mengetahui, sedangkan itu mustahil.

11.  Wajib Allah Bersifat Sama’ artinya Mendengar, lawannya Somam artinya Tuli (tidak mendengar).

12.  Wajib Allah Bersifat Bashor artinya Melihat, lawannya ‘Ama artinya Buta.Dalil sifat Sama’ dan Bashor firman Allah dalam

Q.S. Asy-Syu’aro ayat 11

وهو السميع البصير         

Artinya : Dan Allah itu ialah yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahuui.

 

13.  Wajib Allah Bersifat Kalam artinya Berfirman, lawannya Bukmu artinya Bisu (tidak berfirman).

Dalilnya firman Allah dalam Q.S. An-Nisa ayat 164

وكلّم الله موسى تكليما                     

Artina : Dan Allah berfirman kepada Nabi Musa dengan firman yang sempurna.

 

14.  Wajib Allah Bersifat Kaunuhu Qodiron artina Keadan Allah yang Berkuasa,  lawannya Kaunuhu ‘Aajizan artinya Keadaan Allah yang Lemah. Dalilnya sama dengan dalil sifat Qudrot.

 

15.  Wajib Allah Bersifat Kaunuhu Muridan artina Keadan Allah yang Berkehendak,  lawannya Kaunuhu Kaarihan artinya Keadaan Allah yang Terpaksa.

Dalilnya sama dengan dalil sifat Irodat.

 

16.  Wajib Allah Bersifat Kaunuhu ‘Aliman artina Keadan Allah yang Mengetahui,  lawannya Kaunuhu Jaahilan artinya Keadaan Allah yang Bodoh. Dalilnya sama dengan dalil sifat Ilmu.

17.  Wajib Allah Bersifat Kaunuhu Hayyan artina Keadan Allah yang Hidup,  lawannya Kaunuhu Mayyitan artinya Keadaan Allah yang Mati.

Dalilnya sama dengan dalil sifat Hayat.

 

18.  Wajib Allah Bersifat Kaunuhu Sami’an artina Keadan Allah yang Mendengar,  lawannya Kaunuhu Asoma artinya Keadaan Allah yang Tuli.

 

19.  Wajib Allah Bersifat Kaunuhu Bashiron artina Keadan Allah yang Melihat,  lawannya Kaunuhu A’ama artinya Keadaan Allah yang Buta.

Dalil sifat Kaunuhu Sami’an dan Bashiron sama dengan dalil sifat Sama’ dan Bashor.

 

20.  Wajib Allah Bersifat Kaunuhu Mutakalliman artina Keadan Allah yang Berfirman,  lawannya Kaunuhu Abkama artinya Keadaan Allah yang Bisu. Dalilnya sam dengan dalil sifat Kalam.

 

Sifat yang jaiz/wenang bagi Allah ialah

فعل كل ممكن او تركه

Artinya : Menciptakan segala pekara yang mumkin atau meninggalkannya.

Dalil naqlinya firman Allah dalam Q.S. Ibrahim(14) ayat 19

الم ترى ان الله خلق السموات والأرض بالحقّ، إن ييشأ يذهبكم ويأتى بخلق جديد Artinya : Tidakkah kamu perhatikan bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak,? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mengganti(mu) dengan makhluk yang baru.

Dalil aqlinya yaitu,

انه لو وجب عليه سبحانه وتعالى فعل شيء او تركه فصار الجائز واجبا او مستحيلا وهو محال

Artinya : Sesungguhnya apabila wajib kepada Allah SWT. menciptakan sesuatu atau meninggalkannya, maka sifat yang jaiz di Allah akan menjadi wajib atau mustahil.

B.    Sifat Yang Wajib, Mustahil dan Jaiz di Para Rasul Allah

 

1.      Wajib Para Rosul Bersifat Sidiq artinya Benar, lawannya Kidib artinya Bohong.

Dalil naqlinya yaitu firman Allah dalam Q.S. Al-Ahzab(33) ayat 22

ولما رأ المؤمنون الأحزاب قالوا هذا ما وعدنا الله ورسوله وصدق الله ورسوله، وما زادهم إلّا إيمانا وتسليماArtinya : Dan tatkal orang-orang mukmin melihat golonga-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata, “inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya.”. dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.

 

Dalil aqlinya yaitu,

أنهم لو كذّبوا لكان خبر الله سبحانه وتعالى كاذبا وهو محالArtinya : Sesungguhnya apabila Para Rasul berbohong, maka khobar(berita) dari Allah SWT. bohong, sedangkan itu mustahil.

 

2.      Wajib Para Rosul BersifatAmanah artinya Terpercaya, lawannya Khianat artinya Berhianat.

Dalil naqlinya yaitu firman Allah dalam Q.S. Ad-Dukhon(44) ayat 18

أن أدّوا إليّ عباد الله، إنّي لكم رسول أمين  

Artinya : dengan berkata “serahkanlah kepadaku hamba-hamba Allah, sesungguhnya aku adalah utusan Allah yang dipercaya kepada kalian.

 

Dalil aqlinya yaitu,

أنهم لو خانوابفعل محرّم أو مكروه لكنّا مأمورين بمثل ذلك ولا يصحّ أن نؤمر بمحرّم أو مكروهArtinya : Sesungguhnya apabila Para Rasul berkhianat terhadap berbuat yang haram atau makruh, pasti kita akan diperintah untuk berbuat yang haram atau makruh, sedangkan tidak syah Para Rasul memerintah terhadap yang haram atau makruh.

 

3.      Wajib Para Rosul Bersifat Tabligh artinya Menyampaikan, lawannya Kitman artinya Menyembunyikan.

Dalil naqlinya yaitu firman Allah dalam Q.S. Al-Maidah(5) ayat 67

ياأيها الرسول بلّغ ما أنزل إليك من ربّك، وإن لم تفعل فما بلّغت رسالته، والله يعصمك من الناس، إن الله لا يهدى القوم الكافرين

Artinya : Hai Rasul, sampaikanlah apa yyang diturunkan kepadamu dari Tuhan-mu. Dan jika kamu tidak mengerjakan berarti kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari gangguan manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.

 

Dalil aqlinya yaitu,

أنهم لو كتموا شيأ مما أمروا بتبليغه لكنّا مأمورين بكتمن العلم ولا يصحّأن نؤمر به لأن كاتمالعلم    ملعون                      

Artinya :Sesungguhnya apabila Para Rasul menyembunyikan sesuatu yang diperintahkan untuk disampaikan, maka kita juga akan diperintah untuk menyembunyikan ilmu, dan tidak syah kita diperintah untuk menyembunyikan ilmu, karena sesungguhnya menyembunyikan ilmu itu dilaknat.

 

4.      Wajib Para Rosul Bersifat Fathonah artinya Cerdas, lawannya Biladah artinya Bodoh.

Dalil naqlinya yaitu firman Allah dalam Q.S. Al-An’am(6) ayat 83

وتلك حجّتناأتيناها إبراهيم على قومه، نرفع درجات من نشاء، إن ربّك حكيم عليم

Artinya : Dan itulah hujah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungghnya Tuhan-mu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

Dalil aqlinya yaitu,

أنه لوإنتفت عنهم الفطانة لما قدروا أن يقيموا حجة على الخصم وهو محا

Artinya : Sesungguhnya apabila Para Rasul itu tidak mampuh mengeluarkan hujah untuk melawan musuh, maka itu mustahil.

 

Sifat yang Jaiz di Para Rasul yaitu,

 

الأعراض البشريّةالتى لا تؤدى إلى نقص فى مراتبهم العليّة    Artinya : Sifat bangsa manusia yang tidak akan mengurangi terhadap derajat Para Rasul yang tinggi, seperti sakit, makan, minum dan lain sebagainya.

 

Dalil naqlinya yaitu firman Allah dalam Q.S. Al-Kahfi(18) ayat 110

قل انماانابشرمثلكم يوحى إليّ أنماإلهكم إله واحد، فمن كان يرجوا لقاءربّه فليعمل عملا صالحا ولايشرك بعبادة ربّه احدا.

Artinya : Katakanlah, “ Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kalian, yang diwahyukan kepadaku, bahwa sesungguhnya Tuhan kalian itu adalah Tuhan Yang Maha Esa’. Barang siapa mengharap pejumpaan dengan Tuhan-nya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam ibadah kepada Tuhan-nya.

 

الحمدلله ربّ العالمين


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HAFALAN AQOIDUL IMAN BAHASA INDONESIA

بسم الله الرحمن الرحيم Aqoidul iman ada 50 sifat, yaitu yang wajib bagi Allah ada 20 sifat, yang mustahil ada 20 sifat, dan yang jaiz(wena...